About Me

My photo
Aku punya banyak nama (tergantung situasi), tapi kalian bisa memanggilku dengan nama Benjamin Arnold Stard AKA B.A.Stard....

Monday, April 12, 2010

CHAOS II : Ketika Keanehan Terjadi!!!


Sekarang aku mau ngasih tahu kalian, gimana ‘chaos’ yang terjadi waktu aku lagi di kelas dua SMA. Waktu itu sudah hampir jam pulang, nah, guru kan lagi sibuk ngomong tuh, aku yang waktu itu merasa bagaikan ada sebuah truk tronton yang nyangkut di pelupuk mataku (lagi ngantuk berat bos), gak sengaja nengok ke kiri. Terlihatlah seorang teman sekelasku yang tengik, kenapa tengik? Karena dia sedang mengeluar- masukkan ludahnya. Dan parahnya, tuh kudah dimain-mainkan sama dia.
Dimain-mainkan dengan cara :
1. Ludah dikeluarkan dari mulut, tapi jangan sampe putus ludahnya
2. Usahakan keluarin sepanjang mungkin
3. Jika dirasa sudah cukup panjang, tarik lagi tuh ludah balik ke dalam mulut
4. Ulangi langkah-langkah ini selama kewarasan anda sedang pergi.
Iiihhh…setelah kuperhatikan agak lebih lama, dia merubah cara mainnya, cara kedua yaitu :
1. Kumpulin ludah banyak-banyak di dalam mulut
2. Jongkok ke bawah meja
3. Kepala nengok ke atas
4. Buka mulut
5. Dan mulailah kumur-kumur dengan ludah yang anda kumpulin tadi
6. Ulangi terus sampai kewarasan anda kembali


Begitulah yang dilakukannya sampe pulang. Oh ya, langkah-langkah di atas hanya dilakukan oleh orang-orang yang kadar gilanya sudah cukup tinggi, jika kalian merasa agak waras, sebaiknya jangan dilakukan. Nah, beberapa hari kemudian, terjadi lagi sebuah ‘chaos’. Waktu itu kawan sebangku aku bilang, entah kenapa giginya lagi bernafsu kali menggigit, jadi bawaannya pengen gigit aja…Gak mau kalah, kubilang sama dia bahwa gigi aku ini lebih berpengalaman dalam hal gigit-menggigit, soalnya tajam banget gigi aku. Saking tajamnya,sudah tak terhitung lagi berapa kali mulut aku sariawan dibuatnya.

Atas dasar itulah akhirnya kami berdua, bagaikan dua orang pelajar tak berotak dan stress, kami mulai menggigiti buku cetak matematika kami masing-masing yang tebalnya lebih dari seratus lembar sampe gigi kami berbekas disana. Kami pun terus menggigiti buku itu di berbagai sudut, bagaikan dua ekor anjing liar yang aru makan setelah lima ribu tahun lamanya. Setelah beberapa gigitan, akhirnya akupun sadar bahwa aku baru saja terjebak ke dalam ‘chaos’. Tapi sayangnya, ketika aku sadar, buku matematikaku sudah penuh bekas gigitan. Yah, untungnya aku sadar sebelum bukunya sobek. Sedangkan temanku, dia masih saja asik bertingkah laku bagaikan seekor anjing rabies yang baru dapat korban untuk ditularin rabies. Yahh, dia masih sibuk gigitin buku.

Nah, itulah yang disebut ‘chaos’ saudaraku. Mau kalian percaya atau tidak, yang jelas cerita barusan itu nyata, benar-benar terjadi, fakta, dan entah apalagi sebutannya. Jadi pesanku adalah, selalu perhatikan sekitar kalian, karena kalian tidak tahu kapan ‘chaos’ menginfeksi kalian.

No comments:

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails